Skip to content

eMonev

eMonev merupakan sistem informasi monitoring dan evaluasi program/kegiatan pembangunan yang dibiayai oleh APBD/APBN.

Sistem ini muncul sebagai jawaban atas berbagai permasalahan yang sering muncul dalam pemantauan pelaksanaan program dan kegiatan (APBD dan APBN) di daerah. Berbagai masalah yang sering muncul di antaranya adalah ketidakseragaman format laporan, keterlambatan pengiriman laporan dan sulitnya mendapatkan informasi status program dan kegiatan yang sedang berjalan. Dari sini, dimulailah usaha untuk membangun sebuah sistem pemantauan pelaksanaan program kegiatan yang dilakukan oleh tiap satuan kerja prangkat daerah (SKPD).

Beberapa fitur utama dari sistem ini adalah sebagai berikut.

1. Merupakan sistem berbasis web

Dengan teknologi berbasis web memungkinkan sistem ini bisa diakses oleh pengguna/pengunjung dari mana dan kapan saja. Selain itu, dimungkinkan juga data-data (khususnya penggunaan dana) dibuka kepada publik, dan dapat langsung dipantau oleh banyak pihak. Berbagai perubahan data dapat dipantau secara real-time. Ini berarti pula bahwa sistem ini mendukung prinsip keterbukaan informasi (trasparansi).

2. Kemudahan instalasi dan penggunaan

Sistem eMonEv ini dapat diakses melalui internet maupun intranet (jaringan komputer lokal), tergantung pilihan dan kebutuhan di daerah. Sistem ini cukup di-install di satu komputer yang berfungsi sebagai server dan terhubung ke jaringan komputer lokal dan/atau internet. Kemudian, nantinya seluruh user yang ada di tingkat departemen, dinas atau instansi dapat mengakses sistem yang sama. Tidak diperlukan lagi instalasi sistem di masing-masing satuan kerja tersebut. Sistem ini juga dapat berjalan pada berbagai platform dan sistem operasi, seperti Windows, Linux, FreeBSD, dll.

3. Penyimpanan data pada satu database yang terintegrasi

Dengan menggunakan sistem yang sama, maka beberapa masalah seperti duplikasi data serta format laporan yang berbeda antar satuan kerja dapat dihindari. Demikian pula, proses back-up data dapat dengan mudah dilakukan di server pusat.

4. Multi user dengan multi level kewenangan

Sistem ini dirancang agar dapat mengakomodasi banyak pengguna sesuai dengan kewenangannya. Masing-masing pengguna dilengkapi dengan password. Sehingga, hanya orang yang diberi hak akses sajalah yang dapat mengubah data. Sistem ini juga membatasi perubahan yang dilakukan sesuai dengan satuan kerja (SKPD) masing-masing.

5. Laporan per periode tertentu yang di-generate secara otomatis

Jika dahulu proses pembuatan laporan dapat memakan waktu untuk mengisi dan mencari referensi data sebelumnya, maka kini laporan dapat dengan mudah dibuat dengan beberapa kali klik. Disediakan juga fasilitas cetak laporan serta export laporan ke dalam format spreadsheet (seperti Excel).

6. Presentasi data dalam bentuk grafik

Data yang telah dimasukkan kemudian dapat juga ditampilkan dalam bentuk grafik. Grafik ini kemudian dapat dengan mudah digandakan dan dimasukkan dalam laporan.

Latest Blog Post

Twitter Post

  • No tweets yet.

Find us on Facebook